Apakah kondisi flat itu?

Definisi yang paling sederhana dari "flat" ada sebuah periode waktu di mana harga berada pada kisaran posisi yang sama dan hampir tidak meningkat maupun berkurang.

Kondisi flat pada Forex adalah sebuah periode waktu yang sangat berbahaya karena trennya horizontal atau menyamping dan harganya yang berfluktuasi hanya antara 10 sampai 60 poin dapat memberikan dampak negatif pada trading. Ini mengapa kondisi flat bukan merupakan periode yang baik untuk trading khususnya bagi pemodal kecil karena meskipun dapat menguntungkan, tapi tidak selalu dapat menutupi biaya selisih kurs.

Kondisi flat pada Forex juga merupakan tip untuk para trader berpengalaman

Tidak akan sulit untuk melihat kondisi flat pada sebuah grafik karena pergerakan harganya hanya dibatasi sampai dengan maksimal 60 poin dalam periode ini.

Kondisi flat pada Forex juga merupakan tip untuk para trader berpengalaman. Saat harga terhenti pada tingkatan tertentu, maka hal ini berarti peningkatan selanjutnya akan mulai berkurang.

Hal yang menjadi kepercayaan adalah, sebuah kondisi flat yang berkepanjangan merupakan sebuah signal untuk sebuah tren yang kuat di masa yang akan datang. Meskipun terdapat pengecualian-pengecualian pada aturan ini.

Di luar jangka waktu lamanya "pelemahan" ini, hal yang paling utama adalah memprediksi area yang tepat untuk tren selanjutnya.

Kondisi flat pada EUR/USD
Kondisi flat pada EUR/USD

Apakah memungkinkan untuk menghasilkan dalam kondisi flat?

Agar dapat melakukan hal ini, perlu adanya perubahan taktik. Anda sebaiknya berpindah ke rentang waktu lainnya dan secara bertahap mengumpulkan keuntungan. Dalam kasus ini, hal yang lebih baik adalah untuk menggunakan strategi channel. Beberapa trader menyebut cara trading ini sebagai scalping.

Coba kita melihatnya melalui jenis-jenis indikator teknikal berikut, yang membantu untuk menentukan kondisi flat pada Forex:
  • Indikator Pulse Flat dengan jelas menunjukkan kondisi flat menggunakan tampilan antarmukanya. Indikator ini terdiri dari 2 garis (kuning berarti tidak terdapat kondisi flat, hijau berarti adanya kondisi flat) dan sebuah histogram yang membantu untuk menentukan sebuah ketajaman gerakan harga pada sebuah grafik.
  • iVAR terlihat seperti sebuah polyline atau sekumpulan beberapa garis yang bergerak di dekat tingkatan 0,5. Indikator ini sangat mudah untuk dipergunakan: sebuah tren berada di bawah tingkatan yang ditunjukkan, kondisi flat berada di atas tingkatan yang sama dan tidak ada kepastian pada tingkatan 0,5, di mana tidak direkomendasikan untuk melakukan trading.

    Sebuah kondisi yang dibutuhkan agar iVAR dapat melakukan pekerjaannya dengan benar: sebuah indikator tambahan sebaiknya turut serta digunakan karena iVAR sendiri tidak bisa menjamin sebuah kepastian yang jelas.
  • Oskilator Stokastik dan Williams %R (persentase amarah) adalah indikator-indikator yang sangat populer, yang memiliki rumus yang hampir sama yang ditunjukkan pada grafik. Mereka hanya berbeda dalam kisarannya (Stokastik memiliki kisaran dari 0 sampai dengan 100, Williams – dari -100 sampai dengan 0).

Oskilator-oskilator ini termasuk di dalam kumpulan instrumen standar dari terminal trading MetaTrader, yang dapat Anda nyalakan pada jendela "Navigator" di dalam tab "Indicators".

Untuk menentukan akhir dari kisaran harga, Anda juga dapat menggunakan CCI, Envelopes, MACD, Price Channel dan lainnya.

oleh JustForex, 28/07/2017