SEC Thailand Memperkenalkan Peraturan yang Meregulasi Cryptocurrency

Securities and Exchange Commission Thailand (SEC) telah mempublikasikan serangkaian peraturan untuk meregulasi cryptocurrency dan ICO. Tindakan ini diambil pada rapat badan regulator pada tanggal 7 Juni dan diharapkan berlaku efektif bulan ini.

Pada 13 Mei 2018 di Thailand, cryptocurrency disamakan dengan aset digital. Di bawah peraturan baru, SEC menyetujui tujuh cryptocurrency yang akan diperdagangkan secara berpasangan. Mata uang tersebut adalah Bitcoin, Ethereum, Bitcoin Cash, Ethereum Classic, Litecoin, Ripple, dan Stellar, yang dipilih berdasarkan level kepercayaan dan likuiditas.

Semua platform yang berhubungan dengan aset digital dan terdaftar di Thailand diwajibkan mendaftar untuk mendapatkan lisensi sebelum 14 Agustus 2018. Peraturan baru menetapkan:

"Semua pelaku pasar, termasuk penerbit ICO, bursa digital, broker dan dealer yang terlibat dalam transaksi aset digital, diwajibkan mendaftar ke SEC dalam waktu 90 hari sejak tanggal berlaku."

Platform tersebut juga diwajibkan untuk membayar biaya di muka sebesar 5 juta baht (~ $156,100). Lebih lanjut, disediakan pembayaran tahunan sebesar 0,002% dari total perputaran bursa crypto dan 0,001% untuk firma broker. Biaya minimum untuk bursa crypto adalah 500 ribu baht (~ $15,600), dan untuk brokers 250 ribu baht (~ $7,800). Biaya maksimum masing-masing adalah 20 juta baht (~ $624,700) dan 5 juta baht (~ $156,200).

Untuk mendapatkan persetujuan SEC, penerbit token "harus menyebutkan dengan jelas jenis token yang diterbitkan, serta informasi investasi," catatan dari publikasi. Portal ICO harus mendaftarkan modal sedikitnya 5 juta baht (~ $156,600) dan harus mengikuti penawaran ICO sedikitnya setahun.

oleh JustForex, 12/06/2018

Artikel ini mencerminkan pendapat pribadi dan tidak dapat diinterpretasikan sebagai saran investasi, dan/atau penawaran, dan/atau permohonan untuk melakukan transaksi keuangan, dan/atau jaminan, dan/atau ramalan peristiwa yang akan datang.

Dapatkan Analisis Gratis

* bidang wajib diisi