Ripple Membidik Pasar Tiongkok

Ripple berniat untuk masuk ke pasar Tiongkok dengan teknologi distributed ledger technology (DLT) milik mereka yang didesain untuk mengakselerasi pembayaran internasional. CEO Ripple Jeremy Light mengumumkan ini dalam sebuah wawancara dengan CNBC, sambil menambahkan:

"Tiongkok, sebagai negara dan kawasan, sangat tertarik pada kami."

Secara umum, blockchain adalah teknologi yang mendasari cryptocurrency, namun blockchain milik Ripple awalnya dikembangkan untuk mempercepat pemrosesan pembayaran. Sudah lebih dari 100 lembaga keuangan memakainya untuk meningkatkan layanan mereka, termasuk raksasa seperti Santander, UniCredit, UBS, dan Standard Chartered.

Dalam bulan Februari tahun ini, Ripple memulai kontrak dengan sebuah firma keuangan utama di Hong Kong, LianLian International. Perusahaan berniat memakai xCurrent untuk menciptakan sistem pembayaran internasional.

Di Jepang, Ripple telah berhasil meluncurkan Money Tap, aplikasi keuangan untuk smartphones. Lebih dari 60 bank lokal dan perusahaan keuangan telah bergabung ke dalam proyek. Dengan aplikasi ini, tranksasi para nasabah bank akan diproses 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

Kelihatannya Ripple sangat mungkin memasuki pasar China, namun ia harus melampaui kompetitornya seperti Tencent dan Ant Financial, yang menawarkan produk serupa (WeChat Pay dan AliPay) dan sudah berhasil mendapatkan banyak pengguna.

oleh JustForex, 17/8/2018

Artikel ini mencerminkan pendapat pribadi dan tidak dapat diinterpretasikan sebagai saran investasi, dan/atau penawaran, dan/atau permohonan untuk melakukan transaksi keuangan, dan/atau jaminan, dan/atau ramalan peristiwa yang akan datang.

Dapatkan Analisis Gratis

* bidang wajib diisi