Malaysia akan Melawan Kejahatan Crypto

Sebagaimana diketahui, sekarang cryptocurrency adalah makanan empuk untuk penjahat siber dan sering diserang oleh scammer. Studi bersama yang dilakukan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan McAfee telah menemukan bahwa penjahat sering memakai mata uang virtual karena anonimitasnya dalam pencucian uang, dan juga pengumpulan dana dan pembayaran untuk layanan tersebut.

Namun demikian, pejabat Malaysia tidak akan berdamai dengan berbagai kejahatan tersebut dan mengirim polisi lokal mereka mengikuti pelatihan investigasi kejahatan siber, di mana para petugas polisi akan mempertajam kemampuan mereka memerangi penipuan mata uang digital. Detail program tidak diungkapkan.

Amar Singh, Direktur Departemen Kejahatan Komersil, berkata bahwa Bank Negara telah membantu polisi dalam investigasi kejahatan siber, menambahkan:

"Kami juga sedang mengikuti kursus-kursus bersama Bank Negara untuk memahami cara kerja kejahatan dengan lebih baik dan bagaimana menanganinya. Ini adalah jenis kejahatan baru."

Malaysia tidak bermaksud melarang cryptocurrency. Lebih jauh, Malaysia dianggap sebagai salah satu negara Asia paling bersahabat dalam kaitan mata uang digital. Pada bulan Januari tahun ini, Wakil Menteri Keuangan Malaysia Johari Abdul Ghani mengatakan bahwa pemerintah tidak akan mengenakan pelarangan pada trading cryptocurrency. Johari menambahkan bahwa pelarangan tersebut tidak sesuai dengan kepentingan Malaysia, karena akan menghambat pembangunan dan inovasi di sektor keuangan.

"Pihak berwenang tidak bermaksud melarang atau menghentikan inovasi apa pun yang dianggap bermanfaat bagi orang banyak," ujar Johari.

oleh JustForex, 26/02/2018

Artikel ini mencerminkan pendapat pribadi dan tidak dapat diinterpretasikan sebagai saran investasi, dan/atau penawaran, dan/atau permohonan untuk melakukan transaksi keuangan, dan/atau jaminan, dan/atau ramalan peristiwa yang akan datang.

Dapatkan Analisis Gratis

* bidang wajib diisi