mount-fuji-under-cloud

Indikator Ichimoku: sebuah elemen analisis teknikal atau sistem trading menyeluruh

Ichimoku adalah salah satu indikator paling populer untuk menganalisis pasar Forex. Indikator Ichimoku menetukan level tren, support dan resistance, mengirimkan sinyal ke posisi yang open.

Banyak trader mendambakan sistem trading sempurna yang akan menghasilkan hanya profit saja. Namun sistem trading ideal tentu saja tidak ada. Untuk membangun sebuah sistem dengan kekuatan sendiri adalah hal yang sangat sulit, terutama bagi pendatang baru. Itulah mengapa trader menyalin strategi trading trader lain, belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan, atau mengandalkan intuisi saja. Tapi sebenarnya banyak kerugian dan kesalahan bisa dihindari. Untuk melakukan ini Anda perlu mengenal indikator Ichimoku.

Fitur dari indikator Ichimoku

Indikator Ichimoku Kinko Hyo dikembangkan di era 1930-an. Pembuatnya adalah analis keuangan dari Jepang bernama Goichi Hosoda, yang terkenal dengan nama samaran Ichimoku Sanjin. Goichi Hosoda membuat indikator untuk memprediksi pergerakan index Nikkei di pasar saham Jepang.

Index Nikkei atau Nikkei 225 adalah indeks harga utama di pasar saham Jepang. Indeks ini adalah hasil perhitungan aritmatika rata-rata dari harga 225 saham perusahaan yang paling banyak diperdagangkan. Indeks ini mencerminkan kondisi umum pasar Jepang.

Ichimoku adalah salah satu indikator paling populer untuk menganalisis pasar Forex. Indikator ini juga bisa dipakai sebagai sistem trading komplit karena memadukan beberapa pendekatan untuk meramalkan perubahan apapun di pasar valas. Indikator Ichimoku menetukan level tren, support dan resistance, mengirimkan sinyal ke posisi yang open.

Komponen-komponen indikator

Indikator Ichimoku sudah terintegrasi dalam trading platform MetaTrader 4, jadi Anda tidak perlu mencari sendiri. Sebagai aturan, para trader menggunakannya pada grafik candlestick di time frame lebih panjang – H4-W1, karena indikator ini dianggap kurang efektif digunakan pada time frame pendek. Indikator teknikal ini terdiri dari 5 garis yang akan dijelaskan lebih dalam.

indicator ichimoku

Garis pertama – Tenkan-Sen – adalah level harga rata-rata dalam periode waktu pendek. Garis ini mengindikasikan tren yang sedang terjadi dan menunjukkan arahnya. Semakin curam garis ini, semakin jelas trennya. Jika Tenkan mengarah dari bawah ke atas, berarti terjadi uptrend jangka pendek. Jika arahnya dari atas ke bawah, berarti yang sedang terjadi adalah downtrend. Jika garisnya horizontal berarti pasar dalam kondisi flat/datar. Dalam gambar kita bisa melihat tren menurun/downward sedang terjadi di pasar.

Garis kedua – Kijun-Sen – adalah analog dari garis Tenkan namun nilainya meliputi periode lebih panjang. Mengenai periode akan kita bahas setelah ini.

Garis ketiga – Chikou Span – garis ini berdasarkan harga penutupan dan bergeser mundur ke belakang. Prinsip kerjanya sama dengan prinsip kerja indikator Momentum. Garis Chikou membandingkan harga sekarang dengan harga beberapa bar sebelumnya. Jika posisi garis ini ada di atas grafik harga, artinya Buy menguasai pasar. Jika di bawah, Sell-lah yang menguasai pasar.

Garis keempat – Senkou Span A – adalah nilai rata-ratadari garis Tenkan dan Kijun. Garis ini bergeser maju ke arah periode waktu yang ditentukan garis Kijun, yang artinya mendahului grafik harga.

Garis kelima – Senkou Span B – adalah harga rata-rata dari periode waktu terlama. Tiga garis Tenkan-sen, Kijun-sen dan Senkou Span B menunjukkan nilai harga rata-rata namun dalam interval waktu berbeda. Garis Senkou Span B juga bergeser maju dalam periode waktu yang ditentukan untuk garis Kijun.

Senkou Span A dan B membentuk cloud Ichimoku atau Kumo. Awan ini ditampilkan di dalam grafik dalam warna yang sama dengan garis yang posisinya lebih tinggi. Maksudnya jika Senkou Span A ada di atas Senkou Span B, awan digambar memakai warna Senkou Span A, dan demikian juga sebaliknya.

cloud Ichimoku atau Kumo

Jika posisi harga di atas awan, suasana bullish menguasai pasar, yaitu ada lebih banyak Buyer daripada Seller. Jika posisi harga di bawah awan, suasana bearish-lah yang menguasai pasar, yaitu lebih banyak Seller di pasar. Jika posisi harga di dalam awan, sedang terjadi flat di pasar.

Garis Senkou Span A dan B juga berperan sebagai level dinamis support dan resistance. Jika posisi harga ada di antara kedua garis ini, garis yang di bawah menjadi level support, dan garis yang di atas sebagai level resistance. Jika posisi harga di atas awan, garis yang di atas adalah level support pertama, dan garis di bawah adalah level support kedua. Jika posisi harga di bawah awan, garis di bawah adalah level resistance pertama dan garis di atas adalah level resistance kedua. Dalam gambar kita bisa melihat dua level support:

dua level support

Level support dan resistance adalah garis kondisional di mana harga bergerak di antara keduanya dalam periode waktu tertentu. Setelah itu harga bisa naik dengan tajam melampaui level resistance, atau turun melampaui level support.

Bagaimana mengatur Ichimoku di MT4 dan apa yang Anda perlu ketahui tentang periode

Untuk menggunakan indikator Ichimoku di platform trading MetaTrader 4, klik menu Insert – Indicators – Trend – Ichimoku Kinko Hyo. Anda akan melihat nilai berikut:

Ichimoku di MT4

Nilai di atas adalah periode waktu yang tadi kami sebutkan di atas. Periode 9 diset untuk garis Tenkan, 26 untuk Kijun, 52 untuk Senkou Span B. Setiap angka menunjuk pada jumlah minggu jika kita menggunakan grafik mingguan, atau jumlah hari jika memakai grafik harian. Nilai garis Tenkan didapatkan dari sembilan minggu (harga rata-rata selama sembilan minggu), nilai garis Kijun dari 26 minggu (enam bulan), nilai garis Senkou Span B dari 52 minggu (satu tahun).

Parameter 9-26-52 inilah yang dipakai oleh Goichi Hosoda. Dia berpendapat nilai-nilai inilah yang terbaik untuk dipakai meramalkan pergerakan indeks Nikkei. Anda bisa menyesuaikan periode sesuai kebutuhan dan amatilah parameter mana yang paling efektif untuk digunakan pada indikator Ichimoku.

Sinyal Indikator Ichimoku

Garis-garis indikator Ichimoku saling memotong dan berinteraksi satu sama lain, yang menghasilkan beberapa sinyal. Kami sarankan untuk memperhatikan beberapa sinyal paling terkenal:

  1. “Death Cross” (Persilangan Kematian) – Tenkan memotong Kijun dari atas ke bawah. Sinyal ini berarti pasangan mata uang harus dijual/Sell.
  2. “Golden Cross” (Persilangan Emas) – Tenkan Kijun memotong Kijun dari bawah ke atas, yang berarti sinyal untuk membeli/Buy pasangan mata uang.
  3. Sinyal Indikator Ichimoku

  4. Jika Chikou memotong grafik harga dari atas ke bawah, ini adalah sinyal Sell, trader harus buka order Sell. Jika Chikou memotong grafik harga dari bawah ke atas, lebih baik membuka order Buy.
  5. Jika garis Senkou Span A dan Senkou Span B saling memotong, ini menunjukkan kemungkinan terjadinya pembalikan tren (trend reversal). Jika Senkou Span A memotong Senkou Span B dari atas ke bawah, Anda perlu melakukan Sell. Jika Senkou Span A memotong Senkou Span B dari bawah ke atas, Anda perlu melakukan Buy.

Indikator Ichimoku mungkin terlihat rumit. Namun demikian cobalah pakai indikator ini dan Anda akan merasakan manfaatnya. Ini bukan hanya tip untuk trader melainkan untuk keseluruhan sistem trading.

Salam sukses trading bersama indikator Ichimoku!

Perkiraan artikel: 1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5,00 out of 5)
 

Berlangganan newsletter kami!

Dapatkan e-book "The Building Blocks for Sucсeeding with Forex Trading" dan pemberitahuan tentang post baru seminggu sekali

 

Send this to friend